Home » » Kota Hantu di Brazil, Warga di Kota Ini Mirip Zombi karenaTakut Sinar Matahari!

Kota Hantu di Brazil, Warga di Kota Ini Mirip Zombi karenaTakut Sinar Matahari!

Kota Hantu di Brasil, Warga Kota Ini Mirip Zombi karena Takut Sinar Matahari! - Sebuah desa bernama Araras di negara bagian Sao Paolo, Brazil, kini benar-benar menyerupai kota hantu. Bagaimana tidak? Kebanyakan penduduk di desa tersebut enggan untuk keluar dan beraktivitas di luar rumah sebab mereka takut akan sinar matahari. Bak zombi yang kepanasan di dalam film, kulit penduduk di desa itu terbakar saat berada di terik matahari. Apa penyebabnya?

Kota Hantu di Brasil, Warga di Kota Ini Mirip Zombi karenaTakut Sinar Matahari!
www.express.co.uk

Sebuah penyakit langka menyerang penduduk Araras, sebagian besar dari mereka menderita Xeroderma Pigmentosum (XP). Keadaan mengerikan dimana kulit mereka akan rusak, melepuh seperti hampir meleleh dan tak mampu untuk memulihkan diri jika terkena sinar ultraviolet. Tentu Anda bisa membayangkan bagaimana takutnya mereka jika terkena sinar matahari bukan? Mirip seperti zombi, mereka lebih memilih untuk keluar rumah di malam hari dan mengurung diri di siang hari.

Kota Hantu di Brasil, Warga di Kota Ini Mirip Zombi karenaTakut Sinar Matahari!
Kota Hantu di Brasil, Warga di Kota Ini Mirip Zombi karenaTakut Sinar Matahari!
www.express.co.uk

Berdasarkan berita dari Dailymail, seorang Ahli biologi genetik bernama Menck dan timnya telah ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan pada seluruh penduduk untuk mengetahui berapa jumlah dari mereka yang terserang kelainan tersebut. Hasilnya pun mengejutkan, seperti desa kutukan hampir seluruh penduduk Araras menderita penyakit langka itu, 600 orang dari 800 penduduk positif menderita Xeroderma Pigmentosum, 20 orang di antaranya menunjukan gejala yang amat serius, kulit mereka melepuh dan rentan terhadap kanker kulit agresif.

Kota Hantu di Brasil, Warga di Kota Ini Mirip Zombi karenaTakut Sinar Matahari!
www.express.co.uk

Awalnya banyak yang mengira jika penyakit kulit langka ini merupakan penyakit yang menular, namun diungkapkan ternyata ini merupakan kelainan genetik yang melanda pasien. Konsentrasi ini adalah akibat dari kecenderungan penduduk Araras yang menikah antara mereka satu sama lain. Sehingga XP menjadi penyakit yang turun temurun hingga tiga generasi.

Baca juga:

Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit kulit XP. Untuk mengurangi resiko kulit cacat lebih parah para dokter telah memperingatkan penduduk agar tidak keluar rumah dan beraktivitas di luar saat siang hari.