Terapkan 5 Nasehat Ini, Satu Tahun Kemudian Anda Akan Hidup Lebih Bahagia!

Terapkan 5 Nasehat Ini, Satu Tahun Kemudian Anda Akan Hidup Lebih Bahagia! - Perubahan dalam hidup merupakan keadaan yang tak dapat dielakan oleh siapapun. Setiap orang pasti pernah merasakan perubahan dalam hidupnya, entah itu mengarah kepada kebaikan atau sebaliknya. Ya, perubahan itu memang penting, untuk memperbaiki kualitas hidup manusia harus berubah.

Masalahnya, karakter dan pola pikir manusia yang sudah lama melekatlah yang membuat perubahan itu sulit walau sebenarnya sangat diperlukan, jadi untuk mendorong diri agar mudah berubah menjadi lebih baik lagi seseorang membutuhkan beberapa cara atau nasehat bijak untuk bisa menyadarkannya. Bila Anda terapkan, cara-cara di bawah ini akan membawa Anda kepada kedamaian yang selama ini Anda cari.

Terapkan 5 Nasehat Ini, Satu Tahun Kemudian Anda Akan Hidup Lebih Bahagia!
allahvaeshgh.persianblog.ir

 

1. Jangan terlalu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan


Semenit Anda mengijinkan opini orang lain untuk mempengaruhi jalan hidup Anda, maka semenit pula Anda menyerah untuk bisa menjadi diri Anda sendiri. Menjadi diri sendiri adalah satu hal di dunia ini yang bisa Anda kendalikan. Anda boleh mendengar opini orang lain, karena proses belajar di dalam hidup itu memang sangat penting, tapi yang lebih penting lagi adalah kemampuan Anda untuk mengerti batasannya, yaitu batasan sampai di mana orang lain boleh mempengaruhi Anda.

 

2. Mengerti dan mau menerima, bahwa ada seseorang yang lebih baik dari dirimu


Setiap orang di dunia ini memiliki sisi baik dan buruknya, termasuk juga Anda. Jangan pernah merasa diri paling benar, pasti ada seseorang yang lebih baik dari Anda. Jangan pernah merasa diri paling terhina, karena di dalam diri Anda juga tentu ada sisi baiknya. Di saat Anda bertemu dengan seseorang yang lebih baik dari Anda, di saat itu pula Anda bisa menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.

 

3. Ijinkan dirimu untuk gagal, tetap berpikiran positif, suatu saat usahamu pasti membuahkan hasil


Mungkin Anda tidak selalu menjadi yang terbaik untuk orang lain, tapi Anda bisa menjadi yang terbaik untuk diri sendiri. Biarlah jika orang lain menyalahkan Anda karena kegagalan yang sudah Anda lakukan, tapi Anda tidak perlu menyalahkan diri Anda sendiri. Berusahalah semaksimal mungkin, tapi ijinkan diri Anda untuk gagal, kemudian belajar dari kegagalan maka suatu saat usaha Anda akan membuahkan hasil.

 

4. Biarlah hidup berjalan dengan sendirinya, bukan semestinya


Hidup tidak akan selalu berjalan mengikuti apa yang Anda rencanakan atau seperti apa yang orang lain alami. Tidak semua target dalam hidup Anda akan tercapai tepat waktu, karena memang ada sesuatu yang tidak bisa diatur oleh manusia di dunia ini, dan Anda harus menerima itu.

Tidak ada salahnya jika Anda belum bertunangan di usia 25 tahun, belum menikah di usia 30 tahun, tidak bekerja di bidang yang Anda inginkan dan masih banyak lagi target yang belum tercapai.

Lantas apa yang harus Anda lakukan? Anda hanya harus berusaha dan harus menerima kenyataan saat ini. Marah dan memberontak di dalam hati tidak akan mengubah apapun!

 

5. Jangan berharap semua orang yang mengenal Anda akan menyukai Anda


Jika Anda berharap diri Anda akan disukai dan diterima oleh semua orang, maka sampai mati pun Anda tidak akan pernah merasa damai dan bahagia. Di dunia ini ada begitu banyak sifat manusia, ada manusia baik dan ada juga manusia buruk.

Anda harus bisa menerima kenyataan bahwa ada orang yang tidak menyukai Anda, dan itu sudah pasti, walaupun Anda sudah berusaha baik kepada semua orang. Yang perlu Anda lakukan hanya berusaha untuk menghindari konflik.

Baca juga: 

7 Alasan Mengapa Anda Tidak Harus Selalu Peduli pada Komentar Orang Lain

7 Alasan Mengapa Anda Tidak Harus Selalu Peduli pada Komentar Orang Lain - Adakalanya, mendengar anggapan dan komentar dari orang lain memang diperlukan. Anda bisa mengevaluasi diri dan belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Tapi apakah keadaan selalu seperti itu? Terkadang, terlalu patuh dan selalu mendengar komentar orang justru akan menghambat Anda untuk berkembang, biasanya situasi ini akan terjadi dari komentar yang bernada negatif, akhirnya Anda pun mulai ragu-ragu untuk mengambil langkah. Apakah Anda sadar, walau pun sebuah saran itu penting, sebenarnya Anda tidak harus selalu mendengar dan peduli pada komentar orang lain.

7 Alasan Mengapa Anda Tidak Harus Selalu Peduli pada Komentar Orang Lain
www.quotesgram.com

 

1. Anda adalah apa yang Anda pikirkan


Apa yang Anda pikirkan tentang diri Anda? Siapa yang sebenarnya paling mengenal diri Anda? Tentu diri Anda sendiri. Anda mengenal batas kemampuan Anda, Anda juga yang paling mengenal kelemahan Anda bahkan yang Anda sembunyikan dari orang lain sekalipun. Andalah yang mengenal, luar dalam dari diri Anda. Karena itu, teruslah untuk berpikir positif dan buktikan diri. Anda tidak perlu peduli dengan komentar negatif orang lain.

 

2. Lakukan apa yang Anda inginkan selagi itu tidak berdosa dan melanggar hukum, kejar apa yang selama ini Anda cita-citakan!


Teruslah berjuang untuk mengejar impian Anda, peduli dengan komentar negatif orang lain hanya akan menjadi penghambat Anda saja. Sebelumnya Anda harus yakin, bahwa apa yang Anda kejar bukanlah suatu dosa dan melanggar hukum. Jika sudah begitu, tetaplah maju dan yakin usaha Anda akan membuahkan hasil.


3. Sadarilah, banyak orang berkomentar tanpa berpikir dan hanya basa basi saja! 


Untuk apa Anda peduli dengan omong kosong? Banyak orang di luar sana yang berkomentar tanpa berpikir dulu dan hanya iseng dan basa basi. Jadi, mengapa Anda begitu  serius menyikapi semua komentar negatif itu?

 

4. Terlalu peduli pada komentar orang lain hanya membuatmu tak bergerak


Anda tidak akan melangkah maju dan berkembang jika terlalu peduli pada komentar orang lain. Lebih parahnya lagi, bukannya maju, tapi Anda hanya berjalan di tempat bahkan mundur ke belakang.

 

5. Pengaruh buruk pada kejiwaan, Anda akan menjadi sosok yang takut-takut dan tidak bisa mengambil keputusan 


Takutnya hal ini justru nantinya menjadi karakter Anda, terlalu peduli dengan komentar orang lain akan menjadikan Anda sosok yang tidak tegas dan tidak bisa memutuskan sesuatu walau itu untuk diri Anda sendiri, padahal Anda sebenarnya bebas dan merdeka. Bukankah itu cukup menyedihkan?

 

6. Terkadang, mereka memang ingin menghambatmu!


Meski ini tidak berlaku untuk semua mereka yang berkomentar negatif, tapi ada kalangan yang memang ingin menghambat Anda. Mungkin itu bukanlah dari orang tua atau keluarga Anda yang memang peduli, tapi bisa jadi dari rekan-rekan Anda. Sejujurnya mereka iri dan tidak ingin Anda melewati mereka. 

 

7. Mereka mengira tahu apa yang terbaik untuk Anda, padahal sebenarnya tidak


Tidak semua dari mereka benar-benar mengenali Anda. Jadi untuk apa Anda harus peduli dengan semua komentar negatif mereka?

Jadi, Anda tidak harus selalu mendengarkan dan peduli dengan komentar-komentar negatif yang hanya akan menghambat dalam meraih impian Anda.

Awalnya Coba-coba Merokok eh Tau-tau Kecanduan, Hanya si Perokok yang Merasakan Penyesalan dan 10 kondisi tidak mengenakan Ini!

Awalnya Coba-coba Merokok eh Tau-tau Kecanduan, Hanya si Perokok yang Merasakan Penyesalan dan 10 kondisi tidak mengenakan Ini! - Untuk Anda yang perokok, terutama yang perokok aktif pasti tahu rasa candunya sebatang rokok. Tidak sedikit juga di antara perokok aktif yang ingin berhenti, namun gagal karena memang sudah candu dan tak bisa lagi menahan diri. Tapi jauh di lubuk hati Anda, pasti ada penyesalan, yah.. walaupun hanya sedikit. Dan 10 hal inilah yang biasa dirasakan oleh perokok aktif dalam kehidupan sehari-hari.
 
Awalnya Coba-coba Merokok eh Tau-tau Kecanduan, Hanya si Perokok yang Merasakan Penyesan dan 10 kondisi tidak mengenakan Ini!
www.livescience.com


1. Ingat dulu, Alasan Anda untuk mulai merokok?

Tidak ada pria yang ditakdirkan untuk menjadi perokok di dunia ini. Anda dilahirkan bukan dengan membawa rokok,  Anda juga dibesarkan tidak dengan menelan rokok. Lantas bagaimana Anda memulainya? Tentu saja karena pergaulan. Jauh di lubuk hati Anda pasti Anda menyesal, bukankah sangat indah masa-masa dulu ketika Anda belum mengenal rokok? Dulu Anda bisa hidup sehat tanpa rokok, sekarang Anda justru tidak bisa hidup tanpa rokok.



2. Masuk ruang kelas atau kantor sering paling belakangan


Saat batang rokok belum habis dihisap ternyata bel istirahat tanda sudah selesai berbunyi. Demi menghabiskan sisa batang rokok yang sedikit lagi harus rela ditinggal teman dan masuk kelas atau kantor belakangan.

 

3. Menderitanya, merasa tidak bisa hidup tanpa rokok

 
Pagi, siang dan malam, perokok sulit untuk mengendalikan diri untuk tidak merokok. Masalahnya, kita ini hidup dan beraktivitas, banyak tempat yang harus kita kunjungi dan buruknya bagi mereka yang perokok aktif harus mau menahan diri agar tidak merokok karena banyak tempat yang melarang untuk merokok. Belum lagi ada beberapa acara misalnya pertemuan keluarga atau rapat di kantor yang tidak memungkinkan Anda untuk merokok.

Bukankah begitu menyedihkannya, ketika Anda harus mencuri-curi waktu untuk merokok diam-diam di kendaraan umum atau di tempat umum yang memang sudah ada peringatan "Dilarang Merokok" ?

 

4. Selalu mengelak kalau sudah ditanya soal rokok


Hampir semua orang tua melarang anaknya untuk merokok. Bagi Anda yang sudah terlanjur, pastinya Anda sering mengelak kalau sudah disinggung tentang rokok. Anda yang seharusnya menurut terpaksa harus berbohong karena janji tidak akan merokok lagi selalu gagal.

 

5. Rokok lebih berharga daripada nyawa, sudah tidak takut mati lagi karena merokok!


Peringatan keras dengan gambar horor tentang bahaya rokok yang bisa menyebabkan penyakit kini sudah tidak lagi menakutkan. Rokok sudah lebih berharga walaupun itu bisa mengancam nyawa Anda!


6. Uang Pengeluaran pun bertambah demi rokok


Bagi perokok sudah bisa dipastikan harus menyisihkan uangnya demi membeli rokok. Mungkin ini tidak masalah bagi Anda yang memiliki penghasilan berlebih, tapi bagi Anda yang berpenghasilan kurang? Untuk makan dan jajan anak saja susah tapi dibela-belain wajib beli rokok.  

 

7. Pilih makan atau rokok?


Semua perokok aktif pasti pernah berada di posisi ketika dirinya harus memilih membeli makanan atau rokok. Bagi Anda yang tidak perokok, tidak perlu diragukan lagi apa yang Anda pilih, pastinya Anda lebih memilih makan. Tapi ini hal yang berbeda jika bagi mereka yang perokok aktif, mereka akan bingung untuk memilih.

 

8. Lebih memilih beli rokok daripada mainan anak


Uang pas-pasan dan tidak ada tabungan, si perokok akan lebih memilih menyimpan uang untuk biaya rokoknya daripada membeli mainan murah untuk anaknya. Dia bahkan lebih memilih menghabiskan uang untuk rokok daripada membawa makanan ke rumah untuk jajanan anak dan istri.

 

9. Apapun kondisinya, kini sudah tak berdaya


Ketika orangtua, istri, pacar atau teman meminta kepada Anda untuk  untuk segera berhenti merokok, Anda yang sudah terlanjur candu hanya bisa meyakinkan mereka bahwa itu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Tak berdaya, kini Anda hanya pasrah dengan kecanduan Anda menghisap rokok.

10. Menyesal, itulah yang Anda rasakan saat ini walau Anda tidak mengakuinya


Jika saja Anda bisa kembali ke saat di mana Anda belum merokok, dan masih pertama kalinya memegang rokok, pasti Anda memilih untuk tidak ikut-ikutan, untuk tidak coba-coba menghisap barang hina itu.

Tapi nasi sudah menjadi bubur dan Anda yang sekarang sudah candu karena awalnya coba-coba dan tak tahu dampak akhirnya akan seperti ini. Tidak ada yang bisa menghentikan Anda kecuali penyakit dan kematian jika Anda sendiri tidak bertekad untuk berhenti!

Baca juga:

Plus Minus Belajar dan Tinggal di Pondok Pesantren

Plus Minus Belajar dan Tinggal di Pondok Pesantren - Semua orang tua pasti ingin memiliki anak yang baik dan berakhlak mulia. Untuk menjadikan anak tumbuh menjadi sosok yang baik diperlukan pendidikan agama sejak dini. Berbagai upaya pun dilakukan orang tua untuk mendidik anaknya, ada orang tua yang lebih memilih untuk mendidik anaknya sendiri di samping memasukannya ke sekolah, ada pula orang tua yang mempercayakan anaknya untuk dididik 24 jam kepada yayasan yang dipercaya, misalnya saja pondok pesantren. 

Namun benarkah memasukan anak ke pesantren lebih menjanjikan anak tumbuh menjadi lebih baik? Bagi orang tua yang ingin memasukan anaknya ke pesantren atau bagi adik-adik yang ingin masuk ke pesantren, atau pun bagi Anda semua yang penasaran bagaimana kehidupan di pesantren, berikut ini akan kami beri gambaran plus minus apa saja yang terjadi di balik dinding pondok pesantren pada umumnya, dan apa saja pandangan salah kaprah tentang alumni pesantren yang sering terjadi di masyarakat.

Plus Minus Belajar dan Tinggal di Pondok Pesantren
www.santrigaul.net

 

Kelebihan Belajar Di Pondok Pesantren

 

1. Pendidikan agama

Semua pasti setuju dengan alasan yang satu ini, di pesantren pendidikan agama paling diutamakan daripada pelajaran umum. Di pondok pesantren modern memang disediakan kurikulum belajar untuk mata pelajaran umum, tapi hanya sedikit sekali jamnya dan lebih diutamakan diisi dengan pelajaran perhitungan, misalnya saja MM atau fisika. Sedangkan untuk pelajaran yang biasanya teori tanpa perhitungan misalnya sejarah dan geografi, bagi sebagian pesantren itu tetap dimasukan ujian tapi siswa (santri) mempelajarinya sendiri. Kalau pun ada dimasukan pada jadwal pelajaran sekolah, standart jamnya berbeda dengan sekolah umum, misalnya pelajaran PPKN yang biasanya di sekolah umum dipelajari selama 2 jam bisa saja di pondok pesantren hanya 1 jam. Hal itu ditetapkan agar mata pelajaran pondok yang berhubungan dengan agama dan bahasa arab lebih padat dari pada pelajaran umum.

 

2. Bimbingan belajar 24 jam

Ini juga merupakan kelebihan tinggal di pondok pesantren dari pada di rumah, jika di kehidupan luar siswa hanya bisa bertanya pada jam sekolah beda halnya dengan kehidupan di pondok pesantren. Di pondok pesantren santri bisa bertanya kepada guru walau pun itu di luar jam sekolah, tanya jawab pelajaran dipermudah lagi karena biasanya untuk guru yang masih belum menikah mereka akan tinggal di asrama bersama santri, tapi tentu saja di kamar khusus untuk para guru.

 

3. Melatih disiplin

Tinggal di pesantren sangat berbeda dengan tinggal di rumah sendiri, jika di rumah sendiri kita bebas melakukan apa pun, hal itu tidak berlaku jika kita tinggal di pesantren. Di pesantren itu sangat banyak aturan, sangat banyak larangannya. Untuk mengawasi para santri agar selalu menaati aturan, pondok pesantren memberi tugas kepada kakak kelas (sunior) untuk selalu mengawasi junior. Setiap hari berbagai pelanggaran pasti selalu terjadi, sunior yang sudah diangkat sebagai pengurus pesantren akan memberi hukuman kepada junior yang melanggar aturan.

Hukumannya bermacam-macam, ada yang diperintahkan untuk membersihkan asrama, WC, ada juga yang dihukum dengan kekerasan, misalnya saja dipukul pakai rotan, kayu atau alat pukul lainnya, hukuman-hukuman seperti itu sudah sangat wajar dialami bagi santri junior laki-laki maupun perempuan. Salah satu aturan yang pasti berlaku pada setiap pondok pesantren adalah tepat waktu untuk bangun tidur dan berangkat ke masjid, jika Anda terlambat, bersiap-siaplah hukuman menanti.

Di pondok pesantren juga melakukan sesuatu harus antri, mandi harus mengantri, mencuci harus mengantri, menyetrika pakaian harus mengantri, ambil nasi dan lauk pauk juga mengantri. Intinya kehidupan pesantren itu sangat teratur.

 

4. Melatih kemandirian

Ini sudah pasti karena anak harus berjauhan dengan orang tua dan tanpa wali, keadaan seperti ini tentu menuntut anak untuk mandiri. Setiap pesantren biasanya sudah menyediakan "tukang masak" untuk semua santri bahkan bagi para ustadz/ah yang masih belum berkeluarga dan tinggal di asrama, tapi jangan harap pesantren akan menyediakan jasa laundry untuk santrinya. Santri harus mencuci pakaian dan menyetrika sendiri. Selain urusan masak, santri dilatih untuk mandiri.

 

5. Terbiasa mudah menghafal

Di pondok pesantren santri sangat dituntut untuk bisa menghafal berbagai macam pelajaran dalam bentuk bahasa arab, buku hafalan akan menjadi sahabat terdekat santri di pesantren. Karena begitu banyak hafalan, banyak santri yang terancam nilainya jika dia tidak bisa melunasi semua hafalan yang diberikan oleh guru. Karena tuntunan inilah biasanya walaupun sudah tamat dari pesantren, alumni pesantren lebih mudah untuk menghafal pelajaran apapun. Menghafal pelajaran dalam bentuk teori itu sudah hal yang biasa.

 

6. Menghargai kebersamaan dan lingkungan

Santri hidup berjauhan dari orang tua, bahkan setiap bulannya belum tentu ada kunjungan untuk mereka dari keluarga. Kehidupan seperti ini tentu saja membuat para santri saling menjaga kebersamaan, rasa saling membutuhkan, lebih tepatnya posisi teman kini berubah menjadi keluarga.

 

8. Lingkungan pergaulan terjaga

Ini merupakan salah satu alasan yang paling banyak dipertimbangkan oleh orang tua yang ingin memasukan anaknya ke dalam pondok pesantren. Tinggal di dalam asrama dan selalu diawasi oleh berbagai aturan tentu saja tidak membuat kehidupan anak bebas. Jika di luar sana banyak orang tua yang resah memikirkan pergaulan anaknya, dengan memasukan anak ke pesantren orang tua tidak perlu lagi khawatir tentang pergaulan-pergaulan buruk anak mereka.

 

Kekurangan Belajar Di Pondok Pesantren

 

1. Tertinggal dalam perkembangan teknologi

Selain kurikulum di pondok pesantren yang sangat mengutamakan pendidikan agama, seperti yang sudah disebutkan tadi, pesantren sangat ketat dengan berbagai aturan. Salah satu aturan yang sangat terkenal di lingkungan pesantren adalah larangan membawa alat elektronik kecuali jam tangan. Hal ini tentu saja membuat santri kekurangan informasi dalam perkembangan teknologi di luar sana, jangankan laptop bahkan Hp pun dilarang. Santri hanya boleh menggunakan fasilitas yang disediakan pondok pesantren secara terbatas.

 

2. Banyak kegiatan tapi kurang waktu tidur

Ini sangat sering dialami pada setiap santri, bahkan hampir semua santri pasti pernah mengalami hal ini. Banyaknya kegiatan dan hafalan di pesantren membuat santri harus mengorbankan jam tidur mereka, hal ini sebenarnya berakibat buruk di siang hari karena banyak santri yang mengantuk saat jam sekolah maupun waktu shalat. Biasanya bagi santri yang sering ketauan tidur oleh rekan-rekannya akan dijuluki tukang tidur atau bahasa arabnya Abu Naum untuk laki-laki dan Ummu Naum  untuk perempuan. Selain itu, akibat yang lebih berbahaya adalah efek kesehatan bagi anak Anda. Kurang tidur di usia muda bisa berefek buruk pada kesehatan hingga usia tua.

 

3. Rentan dengan penyakit gatal

Awalnya saya berpikir ini hanya terjadi di satu pesantren saja, tapi setelah pergaulan saya yang semakin berkembang dan banyak berteman dengan orang-orang yang juga pernah bersekolah di pesantren, ternyata penyakit gatal memang banyak dialami oleh para santri di berbagai pesantren di Indonesia. Bahkan ada juga rekan saya yang mengatakan bahwa di pesantren mereka menganggap penyakit gatal merupakan "penyakit kutukan pesantren", tidak sah menjadi santri kalau belum kena penyakit gatal.

Anehnya, jenis penyakit gatalnya juga sama, bukan disebabkan oleh jamur tapi kuman, biasanya diawali dengan gejala gatal kemudian bernanah hingga meninggalkan bekas koreng yang hitam, ini bisa terjadi untuk santri laki-laki maupun perempuan. Biasanya santri mengalami penyakit gatal ini di area kaki, betis hingga paha. 

 

4. Rentan mengidap atau tertular Homoseksual

Sebenarnya ini merupakan sesuatu yang berhubungan dengan kejiwaan, semua juga pasti tau di pondok pesantren ada peraturan yang paling ketat yaitu larangan santri untuk berpacaran. Walaupun ini sudah menjadi peraturan, namanya juga masa remaja masih banyak santriwan/santriwati yang mencuri-curi waktu untuk berpacaran jarak jauh, misalnya saja surat-suaratan, masih jaman ya surat-susatan? Di pondok pesantren ya masih jaman donk, karena ada larangan untuk bawa Hp. Biasanya ini terjadi di pondok pesantren yang menerima siswa laki-laki maupun perempuan. Walaupun begitu, pesantren tetap memisahkan kelas dan asrama hingga santriwan dan santriwati hanya bertemu di saat acara tertentu saja atau hanya bisa berpandang-pandangan dari kejauhan. Namun tidak jarang sebagian pesantren juga masih sering melibatkan acara gabungan untuk santriwan dan juga santriwati, misalnya saja saat upacara bendera, pentas seni seperti panggung gembira atau acara-acara penting lainnya. Saat itulah biasanya para santri saling bercuri pandang.

Bagi santri yang ketauan surat-suratan atau berbicara denga santri yang berlawanan jenis kecuali guru bisa dihukum berat, apa hukumannya? Bagi santriwan akan dibotak atau dicepak (rambutnya dicukur tapi tidak beraturan dan masih meninggalkan sisa-sisa rambut) dan bagi santriwati harus menggunakan jilbab berwarna merah setiap saat, itu menandakan pelanggaran berat bagi santri perempuan.

Homoseksual menjadi rahasia umum yang sering terjadi di lingkungan pondok pesantren, ini disebabkan karena sebagian pondok pesantren yang benar-benar sangat melarang interaksi antara laki-laki dan perempuan, bahkan ada pesantren yang memang hanya menerima santri laki-laki atau hanya santri perempuan saja, dari situlah terjadinya masalah kejiwaan ini. Buruknya, gay dan lesbian itu bisa menular.

Tapi perlu diketahui juga, homoseksual yang terjadi di lingkungan pesantren biasanya masih berada di tingkat yang tidak parah, tidak di level hingga melakukan hubungan intim. Kebanyakan yang terjadi hanya di level saling suka, perpegangan tangan, pada sebagian santri ada yang merasa seperti deg-degan seolah sedang disentuh oleh lawan jenis. Sindrom ini sering terjadi di kalangan sunior yang sudah dua tahun atau lebih berada di lingkungan pesantren tanpa pernah berinteraksi dengan lawan jenis. Biasanya sindrom ini juga sembuh dengan sendirinya saat santri sudah keluar dari pondok pesantren.

 

5. Lemah di perhitungan

Walau pun tidak semua, umumnya anak pesantren biasanya memang lemah dalam pelajaran perhitungan. Hal ini juga sudah banyak diketahui, saat mereka pindah ke sekolah umum, sangat terlihat perbedaan kemampuan mereka jika bersaing dalam pelajaran hitung menghitung. Di balik itu, anak pesantren terkenal dengan kemampuan mereka dalam menghafal.

 

6. Harus siap hidup sederhana

Peraturan yang tidak membolehkan untuk membawa alat elektronik tentu saja membuat santri harus terbiasa dengan hidup yang serba sederhana, mereka hanya boleh menggunakan fasilitas umum yang disediakan pesantren dengan kualitas yang seadanya.

 

7. Tidak bisa fashionable

Hal ini juga berkaitan dengan peraturan yang ditetapkan pesantren. Tidak hanya untuk santri laki-laki, santri perempuan pun hanya diperbolehkan berdandan dan berpenampilan seadanya. Untuk santri laki-laki, memakai celana berbahan jins pun dilarang, padalahal kalau mau dibahas, banyak para ustadz gaul di luar sana yang menggunakan jins. Apakah ini hanya peraturan pesantren atau ada kaitannya dengan syariat islam? Anda bisa menjawab atau mencari tau sendiri jawabannya karena saya tidak mau membahas persolan itu di sini lebih dalam.

 

8. Tidak ada privasi

Hidup di dalam pondok pesantren tidak ada yang namanya privasi, hal ini dibuktikan dengan sunior yang sering diberi tugas oleh ustadz/ah untuk memeriksa tas sekolah, bahkan lemari dalam rangka razia dan menyita barang-barang yang dianggap tidak diperbolehkan untuk dibawa ke dalam lingkungan pesantren. Misalnya saja penyitaan alat elektronik, surat cinta, pakaian yang berbahan dasar jins dan juga masih banyak barang-barang lainnya. Jadi, tidak ada yang namanya privasi atau sesuatu yang dirahasiakan. Sunior atas perintah ustadz/ah harus melakukan razia di waktu-waktu tertentu.

 

Salah Kaprah Anggapan Tentang Alumni Pesantren

 

1. Anak pesantren itu lebih baik dan lebih berakhlak

Ini tidak sepenuhnya benar, di dalam lingkungan pesantren masih banyak fitnah sesama teman atau antara junior dan senior, kasus kehilangan uang dan yang paling sering adalah kehilangan sandal. Walau sudah hidup di pesantren, walau pun sudah tau hukum dosa mengambil barang orang lain, tapi kejadian-kejadian seperti kehilangan pakaian masih sering terjadi di jemuran, hal itu menjadi bukti bahwa tidak selamanya anak pesantren itu berakhlak mulia.

Selain itu tidak jarang terjadi anak yang sudah tamat dari pesantren malah mengikuti pergaulan bebas. Bagi anak perempuan ada yang melepas jilbab dan bergaul dengan bebas. Bahkan ada juga alumni pesantren yang shalatnya jadi bolong-bolong. Jadi, itu semua tidak bisa dijadikan jaminan.

 

2. Tidak semua anak pesantren itu pintar dalam bahasa inggris

Banyak yang beranggapan anak pesantren itu menguasai beberapa bahasa, yaitu bahasa arab dan inggris. Penguasaan bahasa arab mungkin memang bisa diacungkan jempol, itu karena memang sangat jarang anak-anak di luar pesantren yang bisa berbicara lancar bahasa arab selain anak-anak dari pondok pesantren. Tapi beda halnya dengan penguasaan dalam bahasa inggris, peraturan di pesantren memang mewajibkan santri untuk berbicara bahasa arab dan inggris, bahkan mereka harus mengingat kosa kata baru dan harus segera mempraktekannya walau bahasanya bercampur-campur antara bahasa indonesia dan bahasa arab maupun inggris. Karena itulah yang menyebabkan mereka  kurang memahami grammar, karena memang di pondok pesantren lebih mengutamakan conversation.

 

3. Angggapan bahwa pesantren disediakan untuk anak-anak bandel

Sebagian orang ada yang beranggapan pesantren itu disediakan untuk anak-anak bandel, anggapan seperti itu benar-benar salah besar. Pesantren tidak disediakan untuk anak-anak bandel tapi untuk anak-anak yang ingin mencari ilmu agama yang lebih dalam. Bahkan banyak santriwan maupun santriwati yang berasal dari keluarga terhormat di kampung halamannya, misalnya dari keluarga yang fanatik agama dan juga keluarga kaya. Anggapan pesantren disediakan untuk anak-anak bandel itu mungkin disebabkan karena ada sebagian anak-anak pesantren yang sudah lulus tapi malah jadi anak bandel, tergejut melihat kebebasan di dunia luar, tapi itu tidaklah semua.

Begitulah Plus Minus Belajar Di Pondok Pesantren, mungkin ada beberapa poin yang tidak berlaku secara keseluruhan karena tentunya masing-masing pesantren memiliki kebijakan dan peraturan sendiri. Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa rekan yang juga sudah pernah mondok di berbgai pesantren terkenal di pulau Sumatera dan Jawa. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga:

Pria Wajib Baca! Dari Ibu, Anda Bisa Belajar Memahami Istri

Pria Wajib Baca! Dari Ibu, Anda Bisa Belajar Memahami Istri - Bagi pria lajang yang sudah memiliki target untuk menikah di waktu yang dekat tentu sudah memiliki persiapan yang matang. Tidak hanya dari persiapan materi, mental juga sudah harus mantap untuk menjalani kehidupan berumah tangga nanti. Lantas apakah Anda sudah siap untuk menghadapi sang istri? 

Sebenarnya kesiapan menghadapi istri tidak hanya dibutuhkan bagi Anda yang hendak menikah, pria lajang pun membutuhkannya. Pasalnya, keharmonisan keluarga Anda kelak akan ditentukan dengan kualitas hubungan Anda dan istri, apakah bisa saling mengerti, menghargai dan juga bisa bekerjasama untuk mempertahankan rumah tangga yang harmonis. Namun Anda tidak perlu resah menghadapi sang istri, karena sebenarnya dari sekarang pun Anda sudah bisa belajar bagaimana menghadapinya, yaitu belajar dari ibu Anda sendiri.

Pria Wajib Baca! Dari Ibu, Anda Bisa Belajar Memahami Istri
www.endevr.com

 

1. Harus Hemat Mengatur Keuangan Keluarga


Sering anak jaman sekarang mengeluh karena menganggap ibunya sedikit pelit untuk mengeluarkan uang demi gadget baru atau barang-barang yang berkaitan dengan hobi, hal itu tak akan jauh berbeda dengan istri Anda nanti. Sebenarnya wanita tidaklah pelit, mereka hanya berusaha dan harus memutar otak untuk mengatur keuangan keluarga. Tidak masalah jika Anda sedikit boros untuk menuruti selera, ya asalkan bajet untuk bulanannya berlebih, tapi lain cerita jika tabungan keluarga Anda sebenarnya menipis atau sangat pas-pasan.

 

2. Harus Berhemat tapi Tetap Memprioritaskan Investasi, Rumah dan Kendaraan


Selain Anda dipaksa untuk menghemat, di sisi lain ibu Anda juga sudah memikirkan bagaimana menyisihkan uang untuk investasi keluarga di masa depan. Wanita akan mengatur keuangan keluarga, begitu juga dengan istri Anda, mereka menabung untuk membeli tanah, membangun rumah dan membeli kendaraan.

 

3. Pria Juga Harus Bisa Memasak


Belajarlah memasak, tanyalah pada ibumu resep-resep makanan yang sederhana saja sudah cukup. Ini bukan tentang harga diri, setidaknya pria harus bisa memasak saat istrinya sedang sakit dan juga melahirkan.

 

4. Jangan Gengsi Membantu Membereskan Rumah


Tidak jarang anak laki-laki sering disuruh ibunya membantu untuk membereskan rumah. Lagi, ini bukanlah tentang harga diri. Mungkin di hari-hari biasa Anda tidak bisa membantu istri membereskan rumah tapi Anda bisa membantunya ketika hari libur. Anda bisa membersihkan kamar mandi, lap kaca jendela rumah dan menyapu halaman. Percayalah istri akan sangat menyayangi Anda.

 

5. Ingat Saat Ibu Selalu Melarang Anda Merokok, Sebenarnya Semua Wanita juga berharap Suaminya Tidak Merokok!


Apakah Anda ingat bagaimana ibu selalu melarang Anda untuk menyentuh rokok? Sebenarnya tidak hanya seorang ibu, semua wanita termasuk istri Anda kelak mengharapkan Anda tidak merokok. Mungkin hal ini tidak akan menjadi masalah besar, tapi tidak bisa dipungkiri pula, wanita yang bisa mendapatkan suami tidak perokok merupakan suatu kebahagiaan tersendiri baginya. Ibu dan istri Anda, walau tidak diungkapkan, sebenarnya mereka berharap Anda tidak merokok.

 

6. Tanyakan pada Ibumu, Bagaimana Mengurus Bayi


Mengurus bayi ada saatnya akan dilimpahkan kepada Anda. Istrimu juga manusia, ada kalanya dia sakit, dia juga perlu membereskan rumah, dia juga perlu ke kamar mandi untuk buang hajat. Pria juga harus tau bagaimana cara menggendong anak, menenangkan anak yang sedang menangis, menyuapi anak dan juga mengganti popok. Bukankah Anda ayahnya? Ada saatnya Anda akan melakukan semua itu.

Jadi bagi semua pria, terutama sekali bagi yang belum menikah, sebenarnya Anda sudah bisa mempersiapkan diri dari sekarang bagaimana cara menghadapi istri. Keharmonisan keluarga Anda tergantung bagaimana Anda dan istri Anda bisa kompak dan saling menghormati satu sama lain.